Rabu, 16 April 2014

Dua Puluh Empat Prinsip Milyader

Prinsip 1: Orang Kaya Yang Mencerahkan Selalu
Membuat Nilai Tambah.
Apa maksudnya Nilai Tambah? Maksudnya begini:
ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah. ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard.
Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah
nilai  standard.  Dalam  hidup  kita  harus  mempunyai  nilai  tambah  dibanding  orang  lain.  Kita  harus
membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.
Apapun di dalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan jadi
kaya.  Seperti  definisi  uang  itu  sendiri,  uang  adalah  alat  tukar  nilai  tambah.  Ketika  kita mau  dapatkan
uang yang banyak, kita harus selalu tanya: “Apa Nilai Tambah Kita?”. Ketika kita berhasil membuat nilai
tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.


Prinsip 2: Faktor Kali.
Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier.
Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaan, entah itu negara, entah itu teknologi, entah
itu  mass  media  yang  sekali  kita  sentuh,  akan  membuat  nilai  tambah  kita  mendadak  membuat  efek
Multiplier kepada banyak orang sekaligus seketika.
Contoh  orang  yang  kaya,  Ia  mempunyai  nilai  tambah  dan  Ia  menggunakan  faktor  kali.  Orang  biasa
mempunyai  nilai  tambah,  tapi  ia  lupa  faktor  kali.  Contohnya  ada  orang  yang  mempunyai  bengkel,  Ia
membuat bengkelnya sedemikian bagusnya: servisnya bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai
tambah  yang  luar  biasa,  akibatnya  bengkelnya  ramai.  Tapi  ia  lupa  faktor  kali,  ketika  begitu  banyak
pelanggan datang, ia tidak bisa tangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu.
Bisakah ia kaya? Ya, La bisa kaya. Kaya sekali? Tidak.
Orang-orang  yang  kaya  sekali  menggunakan  nilai  tambah  dan  faktor  kali.  Misalnya  bengkel  tadi,  ia
menggunakan karyawan tambahan, ia memperluas bengkelnya, ia menggunakan teknologi sehingga ia
bisa melayani dengan sangat-‚sangat lebih cepat dan lebih baik lagi, kemudian ia juga membuka cabang,
kemudian ia menjual franchise, itu adalah faktor kali.
Dan  faktor  kali  berikutnya  ketika  franchise-nya  jaya  dan  omzetnya  begitu  besarnya,  kemudian  ia  Go
Public,  sehingga  banyak  orang  mendapatkan  keuntungan  /  nilai  tambah  dan  saham  perusahaannya. 
Itulah  faktor  kali  akibatnya  ia  menjadi  sangat  kaya,  lebih  kaya  dibandingkan  dengan  satu  orang  yang
mempunyai bengkel satu.
Namun harus hati-hati, orang yang celaka  di dalam hidup, mereka tidak mempunyai nilai tambah dan
mereka  tidak  mempunyai  faktor  kali.  misalnya  mereka  bekerja  sehari-hari  dan  terus  bekerja  dengan
biasa  saja,  yang  fungsi  mereka  bisa  digantikan  dengan  orang  lain,  otomatis  Ia  tidak  mempunyai  nilai
tambah,  karena  bisa  digantikan  oleh  orang  lain.    Kalau  ia  tidak  bisa  digantikan  oleh  orang  lain  dalam
pekerjaannya, otomatis sebetulnya ia sudah mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding orang lain.
Ketika  ia  bisa  digantikan  dengan  mudah  oleh  siapapun  dalam  pekerjaannya,  misalnya  seperti    orang
bukakan pintu dan dia hanya bukakan pintu saja, pekerjaan ini bisa digantikan oleh siapapun yang masih
hidup dan normal. Jadi ia tidak mempunyai nilai tambah, dan kemudian ia tidak punya faktor kali, karena
ia hanya melayani satu orang, atau satu perusahaan saja, akibatnya ia hidupnya akan biasa-biasa saja.
Lalu,  orang  yang  pembawa  bencana  adalah  orang  yang  lupa  nilai  tambah  dan  ia  sibuk  mengkalikan.
Seperti  orang  yang  membeli  satu  perusahaan  dan kemudian ia merekayasa  keuangan  perusahaan  itu,
kemudian sahamnya digoreng naik dan dijual kepada banyak orang, seolah-olah orang lain mempunyai
nilai tambah dan mendapatkan nilai tambah dan perusahaan tadi. Tetapi ternyata dalam beberapa saat
perusahaannya jadi hancur, bahkan jadi kosong/ nol karena ia jual lagi sahamnya dan Ia dapat uang yang  banyak. Betul ia bisa kaya dengan cara seperti itu, tapi orang ini adalah pembawa bencana, dan ia bukan
Milyarder yang mencerahkan.
Sekali  lagi  saya  tekankan  di  sini,  Orang—orang  yang  sangat  kaya  mempunyai  Nilai  Tambah,  dan  ia
Kalikan sedemikian sehingga orang banyak bisa merasakan Nilai Tambah tersebut.


Prinsip ke 3: Peluang Ada Di Mana-Mana.
Apapun  yg  kita  lihat  sebetulnya  sudah  menghasilkan  uang  bagi  seseorang  yang  lain  ataupun  bisa
menghasilkan bagi orang lain ataupun bagi kita. Contohnya: Apa yang kita lihat sekarang?Kalau misalkan
kita lihat ada wallpaper, sudah pasti ada orang yang mendapatkan uang karena wallpaper ini. Kemudian
kita  melihat  lantai,  lantai  juga  menghasilkan  uang  untuk  orang  yang  membuat  lantai  dan  memasang
lantainya. Kita lihat rambutnya, rambut juga sama. Rambut menghasilkan uang untuk orang yang jualan
shampo, untuk salonnya.Nah,  kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita  lihat  bisa menghasilkan
uang: Peluang ada dimana2. Begitu banyaknya orang, begitu bangun sampai tidur  selalu  berkata:  "ah,
saya  tidak  menemukan  peluang"  atau  "dalam  hidup  ini  tidak  ada  peluang".  Sebetulnya hal  itu  salah,
karena yang benar adalah peluang ada dimana-mana.
Jadi pertanyaan saya, dalam prinsip yang ke 3 ini, Apa peluang yang Anda lihat hari ini?Test, buka mata
Anda, buka pikiran. Peluang tidak dilihat dengan mata, tapi Peluang dilihat dengan pikiran kita.Pikirkan,
bahwa  benar  tidak,  apapun  yang  kita  lihat,  sebetulnya  itu  adalah  peluang  untuk  membuat
uang.Demikian  Prinsip  Dasar  ke  3  untuk  Menjadi  Milyarder  Yang  Mencerahkan:  Peluang  ada  dimana-mana.


Prinsip ke 4: Be, Do, Have
Be Menjadi
DoMelakukan
HaveMempunyai

Prinsip ini telah terbukti sukses dan digunakan oleh orang-orang kaya di dunia. Banyak sekali orang yang
langsung  ingin  kaya,  ingin  langsung  Have,  langsung  mempunyai.  Percaya  tidak,  kalau  seseorang  tidak
Menjadi (Be) dulu dan Melakukan (Do) dahulu untuk Menjadi Kaya (Have), dan tiba-tiba langsung kaya,
maka dia akan tetap miskin. Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya, atau Do nya
adalah  orang  miskin  walaupun  sekarang  kaya, maka dia  akan  tetap miskin  juga.  Contoh:  Mike  Tyson,
seumur  hidupnya  dia  membuat  uang  sekitar  300  Juta  USD,  tepatnya  312  Juta  USD  atau  3,000  milyar
rupiah. Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan bangkrut dan masih utang 35 Juta
US  atau  350  Milyar  Rupiah.  Dia  bisa  Have,  tapi  kalau  Do-nya  atau  action-nya  atau  habitnya  masih
habitnya orang miskin, dan Be-nya, dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya: dia tidak menjadi orang kaya
dulu dan kebiasaannya adalah masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan jadi  miskin. Orang-orang
yang kaya dan mencerahkan, dia tahu persis bahwa dia  perlu menjadi kaya dulu dalam pikiran  dia,  di
dalam  sikapnya  sehari-hari,  dalam  tindakannya  sehari-hari,  baru  dia  benar-benar  memiliki  kekayaan
tadi. Sikap-sikap apa yang membuat kita menjadi kaya dan tindakan-tindakan apa yang membuat kita
jadi kaya? Kita harus terus belajar. Banyak sekali. Contoh Be untuk menjadi kaya adalah upaya kita terus
membuat Nilai Tambah tadi, dan kemudian habitnya habit orang kaya,  dia  selalu melakukan investasi-
investasi di tempat yang tepat, bukannya konsumsi terus menerus di tempat yang salah. Contoh Do juga
dengan mempunyai prinsip menunda kesenangan dan akhirnya nanti senang sekali, dan dia melakukan
aset alokasi dan investasinya digulung terus dan ditambahkan lagi. Dengan Do spt itu, berapapun income
Anda sekarang, kalau Anda terus menyisihkan dalam sekian tahun kemudian, Anda akan pasti jadi kaya.
Tapi berapapun income Anda hari  ini,  ketika Anda konsumsi lebih  dari yang Anda dapatkan, dan terus
menerus melakukannya, pasti akhirnya Anda akan miskin. Sekali lagi, Be: Jadilah, mempunyai sikap dan
watak,  cara  berpikir  orang-orang  yang  kaya  kemudian  lakukan  tindakan-tindakan  dan  lakukan  juga
kebiasaan-kebiasaan orang menjadi kaya, baru kita bisa memiliki kekayaan tadi dengan aman dan terus
berkembang.


Prinsip ke 5: Belajar Bukan Menyalahkan (BEJ / Blame Excusess Justify).
BEJ adalah singkatan dari: “B” dari Blame menyalahkan Orang Lain; “E” dari Excusesss beralasan; “J” dari
Justify Menghakimi/  MembenarkanOrang-orang  yang  miskin,  ketika  terjadi  sesuatu  hal  di  dalam
hidupnya  dia,  dia  sibuk  BEJ.  Blame:  Dia  menyalahkan  lingkungannya,  dia  menyalahkan  negara,
menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya, bahkan pula menyalahkan engkongnya,
karena  dilahirkan  miskin  makanya  sekarang  dia  merasa  sebagai  turunannya  orang  miskin,  atau
menyalahkan  pendidikannya,  menyalahkan  umurnya,  menyalahkan  bahwa  dia  merasa  tidak  ada
peluang, dia selalu menyalahkan. Lalu dia juga Excuse/ beralasan: Saya masih muda, saya masih belum
belajar, saya belum pengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang yang selalu BEJ seringkali yang dia
katakan  adalah  kebenaran,  tetapi  saya  tegaskan  sekali  lagi  bahwa  kebenaran  itu  TIDAK  ADA
MANFAATNYA! Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah MENGHENTIKAN DIA UNTUK MENJADI KAYA,
menghentikan  dia  untuk  Take  Action/  Bertindak  untuk  menjadi  lebih  baik,  menghentikan  dia  untuk
belajar  menjadi lebih  baik.  Kemudian Justify/ menghakimi/ membenarkan: Ketika  ada  orang lain yang
lebih sukses daripada dia,  dia  bilang:  "O.. terang saja,  tidak heran, sudah layak dan sepantasnya". Dia
selalu justify orang lain yang lebih sukses daripada dia tanpa BELAJAR. Ketika ada orang yang kaya, dia
selalu omong: "terang saja  dia  kaya,  dia anaknya orang kaya..., sekolah di  luar  negeri.., bahasa inggris
lancar..,  kenal  anak  menteri  dimodalin  BMW..,  ya  terang  saja  dia  sekarang  sukses  dalam
usahanya..".Pertanyaan  saya:  "Ada  tidak  anaknya  orang  miskin  yang  sekarang  SUKSES  dan  Kaya?
Jawabannya selalu: Ada. Tapi ketika ada orang yang terbiasa men-Justify/ Membenarkan orang lain lebih
hebat  daripada  dia,  Maka  dia  akan  ngomong  bagaimana?  "Oh  terang  saja,  dia  anaknya  orang  miskin
toh.. saya tau kenapa dia bisa kaya. Ya karena dia daya juangnya kuat. Dan Ya terang saja, anaknya orang
miskin daya juangnya harus kuat. "Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?" Dia jawab: "lah saya anaknya
orang menengah sih.., makanya daya juang saya menengah.."Lihat cara berpikirnya. Ketika orang tidak
berhasil, dia akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame, Excuse, atau Justify.
Nah  Prinsip  Milyarder  yang  diceritakan  disini  adalah SELALU  BELAJAR,  bukan  menyalahkan.  Ketika  dia
belum berhasil, dia selalu tanya: apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya
jadi  lebih  baik,  lebih  hebat,  lebih  dahsyat,  lebih  kuat,  lebih  kaya,  lebih  langsing,  lebih  harmonis, lebih
tahan  lama,  lebih  dari  apapun..  sehingga  kita  maju  selangkah  lebih  baik  dibanding  orang  yang
menyalahkan.  Pertanyaan  saya:  Sudah  BELAJAR  apa  Anda  hari  ini?  Belajar  apa  yang    akan  membuat
Anda jadi lebih baik? Selalu tanya hal ini tiap hari, sehingga apapun yang terjadi dalam hidup ini, kita beri 
arti yang akan membuat kita menjadi lebih baik.



Prinsip ke 6: "Alam Semesta Itu Berlimpah, Tidak Ada
Kekurangan, Kecuali Di Dalam Pikiran Kita Sendiri.

"Apa maksudnya? seperti di kitab suci, baik agama Kristen maupun Islam, disana disebutkan ketika Nabi
Abraham dan Nabi Ibrahim mau mengorbankan salah satu anaknya dan diganti domba oleh Tuhan pada
waktu itu, disebutkan bahwa "mulai hari ini engkau dan anak cucumu akan hidup berkelimpahan". That
is  True! Itu  adalah  Kebenaran.  Alam  semesta  begitu  berlimpahnya,  begitu  luar  biasanya.  Laut  begitu
banyak  ikannya,  hutan-hutan,  matahari  berlimpah,  tidak  ada  kekurangan  kecuali  dalam  pikiran  kita
sendiri.  Banyak  sekali  orang  yang  merasa  kekurangan  energi,  minyak  habis.  Coba  lihat  disekitar  kita,
sekarang teknologi dengan pikiran kita bisa menemukan teknologi tenaga surya, yang makin hari makin
murah, dan kemudian juga teknologi bahan bakar dengan menggunakan air (H2+O), dan kemudian yang
terjadi adalah sisa pembuangannya adalah H2O, pembuangannya adalah air.
Begitu  berlimpahnya  tenaga  yang  ada  disekitar  kita,  dan  alam  semesta  yang  begitu  berkelimpahan,
sekali  lagi yang  membatasi  hanya  pikiran  kita  sendiri.  Dikatakan  oleh  rekan  saya  yang  sangat  sangat
kaya, Robert Kiyosaki, dia ngomong begini, bahwa kekayaan di alam semesta ini seperti samudra yang
begitu luasnya, yang tidak akan habis-habisnya kalau kita ambil karena masih akan ada hujan, masih ada
air  sungai,  masih  ada  air  tanah  yang  akhirnya  kembali  ke  kekayaan  tadi.  Dan  dikatakan  oleh  Robert
Kiyosaki bahwa tolong  dipastikan  ketika  kita  ngambil  air  dari  samudra  tadi  atau  mengambil  kekayaan
tadi, Please deh.. setidaknya Anda bawa ember, Ember itulah pikiran Anda. Jangan mengambil dengan
sendok teh, karena kalau Anda ambil dengan sendok teh,  nanti cucu anda akan omong: loh kok Anda
dari jaman dulu tidak kaya-kaya, karena Anda bawanya pake sendok teh sih..Nah, sendok teh ini adalah 
pikiran kita, kalau pikiran kita sekecil sendok teh maka kekayaan kita adalah sesendok teh.  Jadi terserah
kita ambil dari samudra pakai apa, pakai sendok teh, dia akan tetap ada banyak, pakai ember dia juga
tetap ada banyak, selama kita membuat nilai tambah. Pake Container, pake Pompa, demikian banyak
bahkan ratusan lalu kita sedot, tetap saja kekayaan itu ada selama kita membuat nilai tambah. Seperti
cerita  tadi  diawal,  inspirasi  dari  nabi  Abraham,  yang  bagaimana  dia  mengubah  2  kambing  jadi  10
kambing, karena dia buat nilai tambah. Gandum 1 genggam menjadi berpuluh-puluh kilogram, kilogram
menjadi  berpuluh-puluh  ton  bibitnya,  karena  dia  membuat  nilai  tambah.  Jadi  Selama  Anda  membuat
nilai  tambah  sedemikian  banyak  dan  mengambil  kekayaan  di  alam  semesta  ini,  Anda  akan  tetap
berkelimpahan.


Prinsip ke 7: Mereka Yang Memberi, Pasti Menerima.
Kedengarannya adalah kontroversial: Loh memberi, kok menerima. Ketika saya paham ilmu ini, saya bisa
mendapatkan  kekayaan  dengan  sangat  cepat,  bahwa  semakin  banyak  kita memberi nilai  tambah,  kita
akan semakin banyak menerima uang. Semakin kita banyak memberi nilai tambah kepada banyak orang
sekaligus  yaitu  dengan  menggunakan  faktor  kali,  maka  kita  akan  mendapatkan  uang  lebih  banyak
dengan lebih cepat. Makanya di website saya, www.dahsyat.com, prinsip saya adalah semakin banyak
memberi, semakin banyak menerima. Ketika kita fokus membuat orang mendapatkan benefit, akhirnya
kita  akan  mendapatkan  manfaat  dan  kita  akan mendapatkan  benefit  berikutnya.  Dalam  hidup ini  kita
harus selalu buat nilai tambah, dan semakin banyak nilai tambahnya, yang tidak pernah terjadi didalam
perusahaan yang lain, ataupun barang-barang atau jasa yang lain, maka ketika Anda jual dengan harga
yang  layak,  Anda  bisa  mendapatkan  benefit  yang  luar  biasa.  Sekali    lagi  saya  kasih  contoh  buku  saya
“Financial Revolution”, ada 2 CD Audio, kemudian saya tambah seminar gratis  saya, saya memberikan
sesuatu yang lebih, yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah penerbitan di Indonesia. Sungguh tidak
heran ketika buku saya jadi Best  Seller, karena saya buat nilai tambah yang begitu luar biasanya. Dan
saya  juga gunakan  faktor  kali, gunakan  penerbit  yang  sangat-sangat  bagus,  kemudian  toko  buku  yang
sangat  sangat  bagus,  menggunakan  Mass  Media untuk  mengumumkan  nilai  tambah  saya,  karena
percuma  kalau  nilai  tambah  saya  begitu  besarnya,  tetapi  ternyata  tidak  ada  orang  yang  tau,  karena
mereka tidak akan mengejar dan memberikan uangnya kepada saya. Fokus: Selalu  beri  nilai  lebih  dari
yang kita terima. Kalau kita hanya menerima 100, dan juga kita memberikan hanya senilai 100, berarti
kita  pas  dan  layak  untuk  tidak  naik  gaji.  Kalau  kita  mau  mendapatkan    banyak,  kita  harus  beri  lebih
banyak lagi.


Prinsip ke 8: Win - Win
Apakah maksudnya Win Win? Win-Win ada 2 macam. Yang pertama adalah Win (tangannya menunjuk
ke  diri  sendiri),  kemudian  baru Win (tangannya  menunjuk  ke  orang  lain). Cukup  bagus,  tapi  ada  yang
lebih  bagus  yaitu  yang kedua:  Win (tangannya  menunjuk  ke  orang  lain  lebih  dahulu),  baru  Win
(tangannya  menunjuk  ke  diri  sendiri).  Salah  satu  contoh,  ketika  kita  bisa  memastikan  orang  lain Win
terlebih dahulu, maka kita akan bisa menjadi Win.  Jangan Win dan kita Lose / kalah, tidak boleh juga. 
Ataupun Lose  Lose juga  tidak  baik,  atau  kita Win orang  lain  Lose tidak  boleh  juga  karena  akan  tahan
sebentar saja dan orang jadi tidak mau lagi.
Contohnya saya mempunyai teman, yang sangat-sangat luar biasa. Dia membeli tanah di suatu tempat.
Tanahnya ini sudah tidak laku, dan harganya tinggi. Tapi teman saya ini punya ide untuk membuat nilai
tambah yang luar biasa, karena uang itu sebenarnya adalah ide. Dan dia jago sekali buat ide dan dia buat
orang lain merasa Win terlebih dahulu, dan benar-benar Win baru kita  bisa Win, dan setelah itu Anda
akan bisa make money, so much money. Teman saya tadi menemukan ada tanah, harganya 1 Juta US. Ini
hanya sekadar contoh, tapi True Story, Kisah Nyata. Harga tanah 1 Juta US dia tawar 1.2 juta US. Orang
yang ditawar berkata: sepanjang sejarah orang yang nawar itu  pasti nawar lebih murah, kenapa Anda
nawar  lebih  tinggi?  Saya  mau  1.2  juta,  tapi  1  juta  saja  saya  mau,  kenapa  Anda  nawar  1.2  juta?Nah,
teman saya ini berikan orang yang punya tanah ini Win dahulu, baru dia minta dia Win. Apa yang dia
minta? Dia bilang:"Begini, Anda akan saya bayar 1.2 juta, walaupun 1 juta ini sangat-sangat mahal dan
sudah  10  tahun  juga  tidak  laku,  saya  mau  tawar  1.2  juta  karena  saya  ada  pemikiran  ini.  Saya  minta
option atau hak nya terlebih dahulu. Di dalam waktu satu tahun baru akan kami bayar".
Jadi maksud  option nya adalah haknya dipindahkan dulu kepada teman saya, sehingga teman saya bisa
membuat gambarnya, membuat design-nya dan sebagainya, dan bisa ditawarkan dan dia bisa dapat duit
yang  lebih  banyak  baru  dia  bayar.  Kemudian  yang  punya  tanah  tanya:  "Loh,  nanti  kalau  tidak  laku
bagaimana? Trus kemudian Anda batal?"Lalu teman saya jawab: "Kalau saya batal, apakah ada resikonya
bagi Anda? Kan selama ini juga tidak laku, dan kalau laku bisa jadi 1.2 juta US atau Untung 20% dalam
waktu  1  tahun"Lalu  orang  itu  pikir-pikir:  "Betul  juga selama ini  1  juta  tidak  ada  orang  yang  mau,  tapi
sekarang 1.2, dan kalau ternyata dia tidak berhasil, ya Nothing to lose, tidak ada ruginya, paling saya jual
lagi kepada orang lain. Tapi kalau dia berhasil, saya untung 20%". Akhirnya dia merasa Win, mendadak
dia setuju untuk membuat teman saya mempunyai Hak terlebih dahulu, bahkan tanpa uang sama sekali.
Kemudian  apa  yang  terjadi,  teman  saya  ini  menawarkan  tanah  kepada  satu  Hotel  yang  besar  sekali
karena  tanahnya  sangat  sangat  luas.  Dan  Hotel  ini  merasa  tidak  suka membangun disini,  karena  jauh
dari keramaian walaupun tempatnya sangat-sangat indah, tapi masih sangat-sangat mentah, jadi masih
butuh waktu untuk membangunnya. Dan ketika dia ragu-ragu, teman saya ngomong kepada orang yang
punya  Hotel:  Tenang  saja, kamu datang  dulu  ke  tempatnya,  lihat  saja.  Dan  begini,  dari gambar,  nanti
kamu boleh pilih tempatnya, entah berapa luas selama masih masuk akal, akan kami berikan GRATIS !
Dengan kata Gratis ini, teman saya memastikan bahwa orang tadi merasa Win dulu. Dan ternyata Hotel tadi  setuju, karena nama Hotelnya besar dan begitu  dia melihat tempat yang begitu indahnya dan dia
merencanakan akan ada Lapangan Golf juga disana, dan Resortnya yang semua di tepi pantai, Pantainya
akan  dikeruk  dan  semua  akan  dibikin  indahnya,  dengan  lautnya  yang  begitu  luasnya  dan  masih  ada
lumba2nya  dan  beautiful  sekali.Akhirnya  Hotel  yang  sangat  terkenal  ini  setuju  untuk  membuka  Hotel
disana.  Dan  ketika  dia  setuju  untuk  buka  Hotel  disana,  teman  saya  datang  ke  tempat  orang  yang
memiliki  Lapangan  golf  yang  sangat  terkenal  di  dunia,  dan  dia  ngomong:  "Mari kita  buka  disini,  Hotel
yang  ternama  dan namanya ini  sudah  buka loh".  Kemudian  orang  yang  punya  lapangan  golf  ini,  yang
jago design dan terkenal  sekali  di seluruh dunia,  dia pikir2: "Mmm.. Boleh sih,  tapi  itu belum prioritas
saya". Jawab teman saya: "Nggak apa-apa, lihat saja dulu, nanti kamu boleh kapling dulu entah berapa
luas  selama  masih  masuk  akal,  akan  kami  berikan  secara  GRATIS  !  "Katanya:  "Oh  kalau  Gratis  boleh
juga". Kemudian dia semangat, lihat dan ukur-ukur, kemudian dia minta luas tertentu, dan karena masih
masuk akal, "Ok!" kata teman saya dan dikasih Gratis. Apa yang terjadi? Valuasi marketnya seketika naik
dari  1  juta  US  jadi  6  juta  US.  Kemudian  dia  kapling  dan  dia  jual  sebagian,  dan  uangnya  dia  bayarkan
kepada  pemilik  tanah  sejumlah  1.2  Juta  US.  Kemudian  ketika  dia  develop,  duitnya  dia  masukkin.  Dan
ketika Hotelnya mulai develop, mendadak harga tanah di area Resort / daerah tadi naik jadi 50 juta US.
Tanpa Uang..! Jadi ketika kita memastikan Orang lain Win, dan kita Win, Prinsip ini adalah sangat-sangat
mencerahkan,  membuat orang  lain  sangat  kaya,  membuat  orang  lain  sangat  bahagia,  hidupnya  lebih
mudah, dan inilah yang harus kita tempuh: Win and Win, orang lain  kita pastikan dulu Win, baru kita
pastikan diri kita juga Win.



Prinsip ke 9: Selalu Open Mind atau Terbuka.
Enjoy!!" Selalu open mind atau selalu terbuka, bukannya menjadi "Mr. Ya Tapi..", "Mrs. Ya Tapi.." atau
"Miss  Ya Tapi...". "Ketika di awal - awal karier saya dan sampai akhir ini pun saya masih punya hobi yaitu
mentraktir orang-orang yang jauh lebih sukses dari saya. Dan ketika saya mentraktir mereka, saya selalu
tanya satu pertanyaan ini "Kapan Bapak mulai dari miskin menjadi kaya atau dari kaya menjadi sangat
kaya?  Kapan  situasi  atau  waktunya  Bapak/  Ibu  berubah  dari  yang  biasa2  menjadi  kaya sekali?
Percepatannyapada  waktu  itu  berada  dimana?" Dan sering  kali  mereka memberikan ide2  yang  begitu
luar  biasanya:  "Oh  ya,  pada  waktu  itu,  saya  membebaskan  tanah  dan  akhirnya  secara  dahsyat  saya
menjadi sangat kaya". Nah kembali lagi pada saat saya menceritakan ide2 ini yang sudah saya praktekan
ini,  dan  pada  waktu  orang  lain  mendengar  sering  kali  orang  tadi  ngomong  "Ya  Tapi..  Ya  Tapi.."
Contohnya:  Ketika  Robert  Kiyosaki  datang  ke  Indonesia  dan  dia  menceritakan  "Bagaimana  kita  bisa
membeli properti hanya dengan uang muka atau tanpa uang muka, cicilannya dibayar oleh penyewanya
masih surplus setiap bulannya. Banyak orang ngomong: "Ya tapi itu kan hanya bisa di Amerika, kalo di
Indonesia kan tidak bisa", "Ya tapi kan di Indonesia bunganya 16% kalo kita utang, kalo disewakan hanya
5% mana bisa..?". Jadi dia tidak terbuka pikirannya..Diawal - awal saya pertama kali baca buku Robert
Kiyosaki,  "saya  juga  berpikir  mana  bisa,  ya  itu  kan  di  Amerika,  di  Indonesia  kan  lain",  dulu  saya  juga
berpikir  seperti  itu.  Ketika saya belajar Bagaimana menjadi Jutawan atau Jutawan dalam U$ tadi yang
bisa  dicerahkan  dan  mencerahkan.  Kemudian  saya  berpikir  "Kenapa  Tidak?"  Bisa  jadi.  Dalam  kondisi
tertentu akhirnya rahasia ini terbongkar, akhirnya saya tahu ternyata kita bisa membeli properti hanya
dengan uang muka cicilan nya dibayar oleh penyewanya dan masih surplus setiap bulannya.Dan sampai
akhirnya saya membuat software dan membuktikan ternyata bisa, komposisinya adalah tergantung dari
berapa  besar  uang  mukanya,  berapa  lama  cicilannya,  dan  kemudian  berapa  banyak  penerimaan
kita.(Silahkan Coba KPR Comparison Dashboard kirim email ke: tonyherlambang@gmail.com). Kalo kita
jago  membuat  nilai  tambah,  sedemikian  sehingga  penerimaan  kita  meningkat,  mendadak  surplusnya
lebih besar dan akibatnya cicilannya jadi kecil. Demikian juga dengan utang jika tahunnya lebih panjang
makanya  cicilannya  lebih  kecil,  kalo  uang  mukanya  lebih  besar  berarti  cicilannya  lebih  kecil.  Dengan
teknologi  ini  bahkan  akhirnya ketemu  dan  dipraktekkan  oleh  murid  murid  saya  juga  dan  saya  juga
praktekan,  ternyata  kita  bisa  beli  property  bahkan  tanpa  uang  muka  120% finance  by  Bank dan  kita
sewakan dan masih surplus  setiap bulannya. Contohnya :  Kita  beli kos-kosan, betul  nilai market disitu
misalnya 5 Milyar. Dan ternyata yang jual adalah kepepet  sekali, bener-benar kepepet makanya dia jual.
Okelah dia jual, dia mau pindah toko, baru sengketa dan kita berikan dia nilai tambah dia: "JUAL CEPAT
Cari orang yang mau beli 5 Milyar", tapi kita ngomong "betul kita jual 5 Milyar", tapi saya bayar ke kamu
hanya  4  Milyar.  "tapi  saya  akan  utang  bank  5  Milyar  boleh  gak?".  Dan  dijawab:  "Oh  boleh"  Setelah
dievaluasi Bank ternyata betul Bank nya bilang itu adalah 5 Milyar. Oke kemudian mendapat kita finance
20%,  difinance  oleh  Bank  berarti  sekitar  4  Milyar.  Nah  tergantung  kalo  bunganya  berapa.  Kemudian
misalnya  kita  angsurannya  70  juta  karena  diangsur  bunganya  sekian  belas  persen  dan  angsurannya
selama 15 tahun makanya cicilannya plus bunga adalah 73 juta. Ternyata bangunan yang 5 Milyar tadi
Prinsip Ke 10: Kata - Kata Berkuasa.
Apa maksudnya kata - kata berkuasa? Maksudnya adalah bila kita menggunakan kata - kata yang positif,
tanpa sadar hati  kita menjadi positif  juga dan emosi  kita menjadi lebih  baik dan kita mengambil Take
Action jadi  yang  lebih  baik.  Dibandingkan  jika  kita menggunakan kata - kata  yang  negatif,  kata  - kata
yang  tidak  mungkin,  kata  - kata  yang  negatif  akan  sangat  - sangat  menurunkan  semangat  kita.
Contohnya : Pada saya kerja disebuah Bank, dan pada waktu bank tadi di Rush atau orang mengambil
uang  begitu  banyaknya.  Saya  ditelpon  oleh  suatu  Kepala  Divisi  dari  Kantor  Pusat  dan  dia  bertanya
kepada  saya:  Kepala  divisi  :  "Tung  apa  kabar  Bank  disini?  TDW  :  "Dahsyat  Pak!"Kepala  divisi  :  "Apa
Tung?"TDW : " Dahsyat Pak!" Kepala divisi : "Apa...? "TDW : "Dahsyat Pak"Kepala divisi : "Apa..?? "TDW :
"Dahsyat  Pak"  Kepala  divisi  :  "Tung  dalam  kondisi  gini  kok kamu ngomong dahsyat?  Yang  dahsyat  itu
apanya? TDW : "Lho pak, saya kan hanya menggunakan kata - kata untuk membuat saya semangat dan
anak  buah  saya  menjadi  lebih  semangat.  Saya  tahu  kondisinya  tidak  baik.  Tapi  saya  janji  akan  buat
menjadi untuk dahsyat". Kepala divisi : "Tung, kamu tidak bisa ngomong seperti itu."TDW : "Lah tapi itu
pak adalah janji saya untuk menjadi lebih dahsyat, karena saya terpacu untuk mebuktikan kata - kata
saya menjadi lebih Dahsyat. Itu harus terbukti "Dan  akhirnya apa yang terjadi? Bank saya pulih untuk
yang  pertama  kali,  Kreatifitas  saya  luar  biasa,  sangat  - sangat  luar  biasa  dan  Bank  saya  pulih  no. 1,
karena  saya  tahu  persis  bahwa  akhirnya  akan  saya  buktikan  dan  saya  telpon  kepada  beliau  dan  saya
bilang "Pak, sudah pulih 100% padahal seluruh Indonesia masih turun."Ketika di Indonesia Bank ini pulih
20%,  saya  bilang  di  bank  saya  sudah  pulih  286%.  Kata2  dahsyat  ini  membuat  saya  menjadi  lebih
semangat, dan secara struktur molekul membuat kita bergetar dan menjadi lebih baik.
Ini dijelaskan secara Ilmiah oleh Masaru Imoto dalam bukunya “The True Power Of Water”. Disana dia
jelaskan ketika saya dimintai untuk memberikan kata2 testimoni, ternyata bahwa air tadi kalau dikasih
kata-kata  tulisan  yang  positif  dan  diberikan  kata-kata  yang  positif,  Kristalnya  akan  berbeda,  "cantik
sekali"  daripada  dikasih  kata-kata  yang  Negatif.  Misalnya:  "Kamu  goblok"  dan  ternyata  kristalnya
Hancur. Nah kata-kata "terimakasih, I love U/ Aku sayang kepada kamu, semangat, dahsyat, hebat, dan
bisa",  ternyata  kristalnya  berbeda  dengan"loyo,  tdk  berguna,  jelek".  Karena  saya  tidak  bisa
membuktikan, oleh Masaru Imoto dikatakan bisa dibuktikan dengan nasi  saja,  nasi yang sudah 12 jam
Anda  taruh  ke  dalam  1  toples  A  dan  toples  B.  Toples  A  tuliskan  kata2  yang  positif  misalnya  "terima
kasih", kemudian yang 1 toples B kasih kata-kata yang negatif misalnya "kamu bodoh", atau yang mau
lebih cepat lagi tulis lebih parah "kamu bodoh, jelek, jahat lagi". Yang satu lagi kasih tahu "kamu pintar,
baik, I Love U, aku sayang sama kamu, atau kamu baik, dan cantik"Nah setelah ditempel kata2 tersebut,
setiap  hari seluruh keluarga suruh katakan sesuai dengan kata-kata  tadi kepada nasi yang di Toples A
dan Toples B tadi. Untuk Toples B kita katakan: "goblok, goblok goblok, jelek, jahat, jelek, goblok". Untuk
Toples  A  kita  katakan kata2  yang  positif:  "Terima  kasih,  I  Love  You,  Aku  sayang  kamu,  Terima  kasih,  I
Love You, Aku sayang sama kamu, I Love You, Terima kasih, aku sayang sama kamu, kamu cantik, pinter,
dan seterusnya berulang-ulang"Lalu apa yang akan terjadi? Ketika saya mencoba sendiri, saya menerima
begitu banyaknya testimoni hasilnya menakjubkan. Kata - kata yang negatif dalam 2 minggu nasi jadi
membusuk dan hitam. Dan kata - kata yang positif dalam waktu 3 minggu nasinya masih putih, seolah -
olah  kata  - kata  positif  melindungi  dia  dari  jamur.  Sebetulnya  dia  juga menjamur  tapi  jamurnya  lain.
Jamurnya  adalah  ragi  jadi  baunya  wangi  seperti  Wine,  sedangkan  yang  satu  baunya  busuk.  Ini  yang
menarik. Silahkan dibuktikan sendiri. Bahwa kata2 itu sangat mempengaruhi kristal dalam air.Dan inilah
maka  terjawab  bahwa  "doa  yang  positif,  pikiran  yang  positif,  kata  - kata  yang  positif",  ternyata
mempengaruhi manusia menjadi lebih baik. Dulunya tidak ada secara ilmiahnya tetapi sekarang sudah
bisa dijelaskan secara ilmiahnya. Manusia 60%-70% terdiri dari air. Ketika kristalnya positif, energi listrik
mengalir dengan baik, dan segala macam semuanya menjadi bagus, dan mendadak kita jauh lebih sehat
lebih dahsyat, lebih makmur, dan lebih segalanya. Dibandingkan kita menggunakan kata yg negatif. Jadi
kalo Anda menggunakan kata-kata yang negatif, diri Anda lebih cepat busuk. Jadi saran saya mulai hari
ini seoptimal mungkin, semaksimal mungkin kita menggunakan kata2 yang positif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar